Penyebab Terjadinya Perdarahan di Otak

Ketika darah tiba-tiba masuk ke jaringan otak dan terjadinya kerusakan pada otak disebut perdarahan intraserebral atau ICH. Penyebab adanya ICH adalah tekanan darah tinggi atau hypertensi. Penyebab lainnya adalah terbentuknya pembuluh darah di otak yang biasa di alami pada orang muda.

Adanya cedera kepala atau trauma aneurisma juga dapat menyebabkan perdarahan otak. Bukan itu saja, masih ada lagi penyebab lainnya seperti, pengelompokan pembuluh darah cacat di otak yang mengganggu aliran darah normal (arterivenous malformation), penggunaan pengencer darah, penggunaan kokain yang dapat menyebabkan hipertensi berat. Serta gangguan perdarahan contohnya hemofilia, anemia sel sabit

Wanita perokok juga lebih rentan mengalami pendarahan otak bila di bandingkan pria perokok. Karena mereka yang menghisap 21-30 batang rokok per hari mempunyai resiko paling tinggi. Wanita perokok 8 kali lebih berisiko mengalami pendarahan otak dibandingkan non perokok, sedangkan pria perokok hanya 3 kali berisiko terkena pendarahan otak dibandingkan non perokok

wanita perokok

Para ahli mengatakan otak perempuan lebih rentan terhadap efek merokok, karena merokok dapat menurunkan kadar estrogen yang juga menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan pembuluh darah turun hingga kehabisan darah. Resiko tersebut dapat berkurang apabila perokok berhenti merokok selama enam bulan

Siapapun bisa mengalami perdarahan intraserebral dan dapat meningkat dengan bertambahnya usia. Untuk itu waspadai beberapa gejala ICH seperti, kelemahan tiba-tiba, kesemutan atau kelumpuhan di wajah, lengan atau kaki, terutama terjadi jika hanya pada satu sisi tubuh mendadak sakit kepala parah.

Saat rasa pusing melanda, kebiasaan yang sering dilakukan secara tidak langsung, mengetuk bagian kepala dapat menimbulkan cedera ringan pada bagian dalam kepala. Memang tidak tampak luka ketika mengetuk atau memukul kepala, namun ketukan di kepala menyebabkan kerusakan pembuluh darah di samping otak.

Pembuluh darah yang rusak dapat mengalirkan darah ke dalam otak, atau umumnya ke daerah antara otak dan tengkorak. Hal ini disebut pendarahan subdural. Hal tersebut memang jarang terjadi, tetapi bisa menyebabkan kerusakan serius seperti pembekuan darah yang menyebabkan tekanan pada otak.

Gejala kerusakan mungkin tidak beraksi secara langsung, tapi memerlukan waktu selama beberapa jam bahkan berhari-hari. Dalam beberapa kasus yang masih jarang terjadi, gejala dari pendarahan lambat dapat berkembang selama beberapa minggu setelah kepala alami pukulan. Hal ini bisa dengan cepat menyebabkan kerusakan pada otak dan saraf. Karena penumpukan darah menempatkan tekanan pada otak dan mengganggu pasokan oksigen.

mengetuk kepala pusing

Selain itu kesulitan menelan, mata kehilangan keseimbangan dan bermasalah dengan kemampuan bahasa atau pemahaman juga menjadi gejala ICH. Waspadai juga gejala mual, muntah, lesu, kehilangan kesadaran dan kebingungan yang muncul secara tiba-tiba.

Pengobatan umumnya melibatkan operasi untuk meringankan tekanan dari akumulasi darah dan memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Sedangkan jangka panjang tergantung pada lokasi perdarahan dan jumlah kerusakan. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, alangkah baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan medis sebelum terlambat.