Kanker Usus dan Operasi Kolostomi

Kanker usus adalah pembentukan gumpalan sel berukuran kecil yang menyebar secara tidak terkendali yang menyerang bagian terakhir pada sistem pencernaan manusia. Jenis kanker ini dapat menyerang segala usia dan 90 persen terjadi pada lansia di atas 60 tahun. Kanker usus terjadi ketika terjadinya mutasi genetic, yaitu tumbuhnya sel-sel DNA secara tidak terkendali pada area tubuh tertentu dan bersifat merusak.

Pada penyakit kanker usus, pertumbuhan abnormal sel tersebut bermula pada lapisan usus bagian dalam yang menjalar dan menghancurkan sel-sel lain di dekatnya. Pertumbuhan sel-sel tersebut juga dapat menyebar ke beberapa area tubuh lainnya. Terdapat dua jenis kanker usus yang bersifat keturunan, yaitu hereditary nonpolyposis colorectal cancer dan familial adenomatous polyposis.

usus polip

Hereditary nonpolyposis colorectal cancer atau HNPCC merupakan kelainan dengan sindrom lynch, yang dapat beresiko tinggi mengidap kanker usus sebelum usia 50 tahun. Sedangkan familial adenomatous polyposis atau FAP merupakan kelainan dengan munculnya ribuan benjolan kecil (polip) pada dinding usus dan dapat lebih beresikomengidap kanker usus sebelum usia 40 tahun.

Jenis operasi penanganan kanker usus dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan penyebaran kanker itu sendiri. Jika kanker terdiagnosis masih dalam tahap awal, dapat menggunakan prosedur operasi kolonskopi untuk menghilangkan pertumbuhan kanker. Jika tidak bisa di tangani melalui kolonskopi, maka dapat dilakukannya laparoskopi atau operasi kolostomi. Operasi kolostomi dilakukan jika kanker telah menyebar melalui dinding usus.

Jika kondisi kesehatan pasien sudah sangat buruk akibat penyebaran kanker yang sudah parah, maka tujuan dilakukannya operasi hanyalah untuk meringankan gejala yang diderita pasien. Dengan dikombinasikan dengan kemoterapi atau radioterapi, maka langkah ini dapat meningkatkan kesehatan pasien.