
Arm sling, atau dalam bahasa Indonesia disebut gendongan lengan atau penyangga lengan, adalah alat yang digunakan untuk menopang dan melindungi lengan yang cedera. Alat ini berfungsi untuk menjaga lengan tetap terangkat dan mencegah pergerakan yang berlebihan, sehingga membantu proses penyembuhan. Arm sling sering digunakan setelah operasi, cedera, atau setelah pemasangan gips.
Gendongan adalah alat yang digunakan untuk menyangga dan menjaga bagian tubuh yang cedera agar tidak bergerak . Gendongan dapat digunakan untuk berbagai macam cedera. Gendongan paling sering digunakan saat lengan, siku, tulang selangka, atau bahu Anda patah (retak) atau terkilir.
Berikut adalah beberapa hal penting tentang arm sling:
- Jenis Arm Sling:
Terdapat berbagai jenis arm sling, seperti arm sling bahu, arm sling lengan, dan arm sling untuk pergelangan tangan. - Kegunaan:
Arm sling digunakan untuk mengimobilisasi lengan dan mencegah pergerakan yang berlebihan, sehingga membantu mempercepat penyembuhan cedera. - Pemakaian:
Arm sling biasanya dipasang dengan cara mengangkat lengan dan menopangnya dengan sabuk yang melewati bahu. - Pentingnya Pemakaian:
Arm sling sangat penting untuk membantu proses penyembuhan setelah cedera atau operasi pada lengan, bahu, dan pergelangan tangan. - Jenis Cedera yang Dialami:
Arm sling dapat digunakan untuk berbagai jenis cedera, seperti patah tulang, keseleo, cedera otot, atau cedera pada sendi. - Kapan Arm Sling Dipakai:
Arm sling biasanya dipakai selama beberapa minggu atau bahkan bulan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan cedera. - Perawatan Arm Sling:
Arm sling perlu dirawat dengan bersih dan kering untuk mencegah infeksi.
Pada prinsipnya, pemasangan arm sling bertujuan mengimobilisasi lengan bawah, lengan atas, atau sendi bahu sesuai indikasi. Persiapan pasien yang akan menjalani prosedur pemasangan arm sling sama dengan langkah evaluasi yang dijalankan pada seluruh pasien yang mengalami cedera.
Jika arm sling tidak dikenakan dengan benar, sling akan menempatkan bahu pada posisi yang tidak wajar dan memaksanya untuk menahan beban lengan. Hal ini dapat berdampak buruk pada pemulihan, termasuk peningkatan rasa sakit, kesulitan mendapatkan kembali rentang gerak, dan menambah ketegangan pada perbaikan yang dilakukan pada bahu