cara mengatasi anak tantrum

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Tantrum merupakan salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak, tetapi dapat menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum dapat dianggap normal bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter. Tantrum akan berkurang seiring waktu diberi penanganan yang tenang dan konsisten, namun tekanan luar dan kontrol yang berlebihan dalam membesarkan anak bisa memprovokasi tantrum dan pembibitan pemberontakan. Lalu bagaimana cara mengatasi anak tantrum, berikut adalah penjelasannya :

  • Jangan lepas kontrol. Biarkan anak menangis, teriak dan lainnya namun tetaplah bersama anak saat tantrum. Meninggalkan anak akan membuatnya merasa diabaikan.
  • Tetaplah bersikap dewasa. Berapapun lama dan hebohnya tantrum pada anak, jangan menyerah dan mengiyakan kemauan anak yang tidak masuk akal.
  • Bicara pada saat tantrum selesai. Bicaralah tentang apa yang dirasakan anak saat ia sudah berhenti menangis.
  • Hindari hukuman fisik. Tidak mengajari anak gimana cara mengekspresikan kemarahan dengan baik.
  • Saat tantrum usai, biarkan anak tahu kalau orang tua tetap menyayanginya dengan memberikan pelukan.
  • Buat anak teralihkan. Bisa dengan memberikan mainan, makanan favoritnya, mengajaknya jalan-jalan atau beberapa hal yang menyenangkan lainnya.

Tantrum secara umum dialami anak-anak prasekolah dlam mengekspresikan emosi mereka sevara agresif atau ekstrem. Tantrum ini juga memiliki durasi (rata-rata) berdasarkan usia, yaitu seperti dalam label dibawah ini :

PENGERTIAN TANTRUM

Pengertian Tantrum

Tantrum adalah ledakan emosi yang biasa terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan sikap seperti keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, marah serta resistensi terhadap upaya untuk menenangkan. Tantrum juga dapat terjadi dalam beberapa kasus kekerasan atau anak memang sedang mengenali dan mengendalikan emosinya. Dalam hal ini, terkadang dapat terkendali dan tak jarang mereka lepas kendali hingga tak mengenal tempat dan waktu. Apa yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi anak tantrum ?

  • Hal yang perlu dilakukan pertama kali yaitu dengan menjauhkan anak dari sebab diai marah
  • Penuhi kebutuhan anak, misalnya tantrum karena lapar, setelah tenang kaish makan anak
  • Jauhkan anak dari keramaian
  • Biarkan anak hingga tenang sendiri, namun tetap dalam pengawasan
  • Setelah anak tenang, peluk dan kasih tahu perilaku tantrumnya tidak bisa diterima
  • Menenangkan anak tantrum dengan memberikan pelukan, sentuhan  lembut atau kata yang menenangkan

Anak tantrum pada umumnya dialami oleh anak usia 2 hingga 3 tahun. Hal ini disebabkan karena frustasi, kelaparan, kecapekan, ngantuk, nggak nyaman atau over stimulasi. Tanda anak tantrum karena ingin diperhatikan. Tantrum dapat terjadi kalau keinginan anak terpenuhi dan jika tidak diperhatikan, anak akan berhenti tantrum.

gangguan pendengaran pada bayi

Kenapa Bayi Sering Menangis

Bayi menangis merupakan hal yang wajar dialaminya, namun ada saatnya bayi menangis merupakan pertanda sesuatu yang dirasakan bayi. Secara garis besar, bayi tidak dapat berkomunikasi dengan orang tua disebabkan belum berkembangnya kemampuan untuk menyampaikan bahasa. Bayi sering menangis merupakan sarana komunikasi pengganti bayi untuk dapat menyampaikan keluhannya. Dengan adanya keadaan tersebut maka orang tua perlu cermat dalam memahami tangisan bayinya.

Berikut merupakan beberapa penyebab kenapa bayi sering menangis, diantaranya adalah :

  • Adanya masalah pada saluran cerna yang membuat bayi merasa tidak nyaman atau merasa skait.
  • Munculnya rasa lapar
  • Setelah berkemih/ setelah BAB dan sembelit

ruam

  • Adanya ruam yang membuat perih atau kemerahan, sehingga menyakitkan bagi bayi.
  • Tenggorokan berlendir atau pilek yang dapat menghambat saluran napas, akibatnya udara yang keluar masuk paru-paru tidak bebas dan menyebabkan sesak.
  • Kondisi yang terlewat panas atau dingin juga membuat bayi menjadi tidak nyaman.
  • Cegukan yang dapat  membuat bayi menjadi tidak tenang dan menjadi sulit untuk tidur.
  • Deman, kejang, infeksi dan gatal juga dapat menyebabkan bayi menangis karena hal-hal tersebut membuat keadaan daya tahan tubuh menurun, tentunya akan membuat tidak nyaman pada bayi.
  • Kesepian juga termasuk dalam penyebab bayi sering menangis. Hal ini dikarenakan bayi sangat ceria ketika bermain bersama hingga ketika berhenti bayi tampak merasa kehilangan dan membuatnya tidak senang.

Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai penyebab kenapa bayi sering menangis.

bayi rewel ditinggal sendiri

Tanda-Tanda Bayi Mengalami Separtion Anxiety

Separtian Anxiety adalah tahapan normal yang dialami bayi ketika mereka memulai mengerti mengenai kemunculan orang-orang disekitar mereka. Pada umumnya hal ini terjadi pada bayi mulai dari usia 6 atau 7 bulan dan ada beberapa bayi mengalami pada usia 10 hingga 18 bulan. Namun pada tahap ini dapat mereda ketika anak mencapai usia 2 tahun. Berikut merupakan beberapa tanda bayi mengalami Separtian Anxiety diantaranya adalah :

  • Tidurnya gelisah
  • Rewel pada saat sendirian

anak tidak mau bermain sendiri

  • Tidak suka bermain sendiri
  • Menangis saat ditinggal bersama orang lain
  • Bangun lebih awal dan kembali tidur jika ada Ibu berada di sampingnya

Hal ini tidak perlu untuk dicemaskan, karena dapat ditangani dengan cara melatih bayi agar bisa lebih ditinggal. Contohnya mengijinkan anak merangkak keluar ruangan meninggalkan kita, namun tetap dalam pengawasan. Memberikan waktu untuk pendekatan dengan orang baru, agar anak merasa nyaman terlebih dahulu sebelum kita tinggal. Selalu ucapkan selamat tinggal setiap kemana kita akan pergi dan kapan kita akan kembali. Jangan panik jika anak menangis karena ditinggalkan dan dapat memberikan permainan aktivitas yang dapat memfokuskan anak pada hal tersebut.

Demikian artikel yang dapat disampaikan, mengenai tanda-tanda bayi mengalami separtian anxiety dan cara menanganinya.

anak cemas ditinggal

Pengertian Saparation Anxiety Disorder

Saparation Anxiety Disorder atau dikenal dengan SAD merupakan gangguan kecemasan berpisah dengan orang tua dan bisa muncul pada anak-anak sebelum berusia 18 tahun. Hal ini berfokus pada masalah kecemasan anak yang berlebihan dalam hal berpisah dengan figure penting dalam hidupnya, seperti orang tua atau pengasuhnya. Sekilas anak akan terlihat sangat rewel, menggangu atau merasa sedih secara berlebihan ketika berpisah. Namun terdapat beberapa faktor yang menjadi faktor munculnya gangguan SAD, diantaranya adalah :

  • Munculnya stress berlebihan ketika harus berpisah dalam hidup si anak
  • Rasa cemas yang berlebihan dan terjadi terus menerus akan terjadi suatu peristiwa yang dapat kehilangan figure penting di dalam hidup anak.
  • Menolak untuk bersekolah atau pergi ke tempat lain  karena tidak mau mengalami perpisahan

mimpi buruk pada anak

  • Munculnya mimpi buruk yang berkaitan dnegan masalah perpisahan
  • Munculnya masalah fisik seperti pusing, sakit kepala, mual dan sebagainya ketika berpisah dengan figure utama.

Dalam mengatasi gangguan Saparation Anxiety Disorder para orang tua perlu untuk mengantisipasi semenjak dini. Agar dikemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Ketika anak mengalami kecemasan berpisah, sebagai orang tua harus dapat membedakan, apakah masih dalam batas wajar atau tidak. Apabila sudah masuk ke dalam batas tidak wajar, dan mengganggu keberfungsian si anak di berbagai bidang, maka segera  dikonsultasikan kepada para profesional lebih lanjut.