pendidikan karakter

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dapat dilakukan untuk menerapkan perilaku atau mengembangkan sebuah karakter menjadi lebih baik. Faktanya setiap anak memiliki perbedaan sifat dan daya tangkap yang berbeda, sehingga penerapan pengembangan karakter yang diajarkan orangtua kita tidak menjadi efektif ketika kita menerapkannya kepada anak kita. Anak dibawah usia 10 tahun memang sudah dapat berpikir dan menilai sesuatu yang mereka lihat atau mereka dengar. Namun sayangnya mereka masih belum bisa mencerna dengan baik.

Hal ini yang membuat orangtua harus bekerja secara ekstra untuk membimbing anak agar pembentukan karakter menjadi lebih baik. Pendidikan karakter sangatlah penting untuk pembentukan karakter anak. Bagaimana caranya ? Berikut adalah cara mendidik karakter anak yang efektif  dilakukan.

Anak Peniru yang Baik

Ketika pendidik karakter anak sejak dini, secara tidak langsung mengintrospeksikan sikap dan perilaku kita. Karena pada dasarnya anak-anak sangat mudah belajar dan juga meniru apa yang mereka lihat.

Bersikap Konsisten

Pendidikan karakter bisa dimulai dari sikap konsisten yang dilakukan, seperti anak akan melakukan apa yang akan diperintahkan. Sikap tidak konsisten dapat membuat anak bingung dan menggangu konsep atau pola pikir diri mereka akan hal yang salah dan benar.

Bimbingan Keagamaan

Pendidikan akan takut mengenai Tuhan, bagaimana kita beribadah dan memiliki keyakinan harus ditanamkan dari kecil. Semakin dini menanamkan pendidikan beragama pada seorang anak akan semakin kuat iman mereka, terutama ketika mereka sudah mengalami pubertas.

Lakukan Hal Kecil

Biasakan melakukan hal kecil seperti mengatakan hallo, terima kasih dan maaf adalah cara sederhana untuk pendidikan karakter. Hal ini bertujuan agar anak menggunakan komunikasi ke sesama manusia dengan cara yang benar.

Tidak Memanjakan Anak

Memanjakan anak akan membuat anak berkarakter lemah, cepat putus asa dan memiliki ego yang besar. Seperti halnya membiasakan untuk memberikan mainan atau apa yang mereka inginkan, itu tidak baik untuk anak-anak dalam hal membentuk karakter.

Berbagi itu Penting

Anak-anak yang terbiasa tidak berbagi dan meminta pengalahan dari teman yang lain, membuat mereka menjadi pribadi yang pelit dan tidak menghargai orang lain. Hal ini berdampak anak menjadi anti social dan dapat dikucilkan oleh lingkungannya.

Katakan Salah Jika Memang Salah

Membenaran suatu hal yang salah dapat memberikan efek negative pada anak, bahkan setelah ia mulai bersosialisasi di masyarakat.

Tanamkan pada Semua Anak

Selain dapat kerjakan bersama dengan pasangan, tidak jarang pendidikan karakter melibatkan anak yang lebih dewasa untuk mengajarkan adiknya. Hal ini terjadi agar semua anak paham dan terbiasa akan cara baru dalam pendidikan karakter.

lingkungan berkarakter

Lingkungan Berkarakter

Kepribadian merupakan dasar dari pembentukan karakter seseorang dan seseorang tersebut dapat merespon terhadap segala sesuatu. Tidak sedikit orang melakukan tes kepribadian untuk memahami karakter masing-masing. Pada umumnya tes kepribadian telah membantu banyak orang untuk mengenali dan membentuk karakternya menjad lebih baik. Namun, kepribadian baik dapat dibentuk dengan membangun lingkungan berkarakter. Karena lingkungan sangat menentukan proses pembentukan karakter diri seseorang.

Lingkungan yang positif dapat membentuk diri menjadi pribadi berkarakter positif, begitu sebaliknya dengan lingkungan yang negative dan tidak sehat dapat membantu pribadi yang negative pula. Contohnya, ada seorang anak terbiasa berkata kotor, tentunya ia dapat meniru dari lingkungan sekitar. Hal ini tidak akan mudah meminta si anak untuk berhenti berkata kotor, sementara orang lain juga melakukan hal yang sama. Untuk mengatasinya adalah dengan menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak dan individu yang tinggal didalamnya.

Lingkungan berkarakter sangatlah penting bagi perkembangan individu. Lingkungan dimana yang mendukung terciptanya nilai-nilai karakter dalam kehidupan, seperti karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya. Karakter tidak hanya pada tahap pengenalan dan pemahaman saja, namun dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari yaitu seperti karakter bertanggung jawab, jujur, santun, dermawan, suka menolong, gotong royong dan sebagainya.

Membentuk lingkungan berkarakter dapat dimulai dari diri sendiri yang selanjutnya diteruskan dalam lingkungan keluarga. Diri sendiri harus dibenahi terlebih dahulu sebelum membenahi orang lain, seperti halnya membiasakan diri membangun pola pikir positif, melakukan kebiasaan yang baik, membangun karakter diri yang pantang menyerah dan dalam keluarga kita biasakan menerapkan nilai-nilai tersebut.

cara mengatasi anak tantrum

Cara Mengatasi Anak Tantrum

Tantrum merupakan salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak, tetapi dapat menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum dapat dianggap normal bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter. Tantrum akan berkurang seiring waktu diberi penanganan yang tenang dan konsisten, namun tekanan luar dan kontrol yang berlebihan dalam membesarkan anak bisa memprovokasi tantrum dan pembibitan pemberontakan. Lalu bagaimana cara mengatasi anak tantrum, berikut adalah penjelasannya :

  • Jangan lepas kontrol. Biarkan anak menangis, teriak dan lainnya namun tetaplah bersama anak saat tantrum. Meninggalkan anak akan membuatnya merasa diabaikan.
  • Tetaplah bersikap dewasa. Berapapun lama dan hebohnya tantrum pada anak, jangan menyerah dan mengiyakan kemauan anak yang tidak masuk akal.
  • Bicara pada saat tantrum selesai. Bicaralah tentang apa yang dirasakan anak saat ia sudah berhenti menangis.
  • Hindari hukuman fisik. Tidak mengajari anak gimana cara mengekspresikan kemarahan dengan baik.
  • Saat tantrum usai, biarkan anak tahu kalau orang tua tetap menyayanginya dengan memberikan pelukan.
  • Buat anak teralihkan. Bisa dengan memberikan mainan, makanan favoritnya, mengajaknya jalan-jalan atau beberapa hal yang menyenangkan lainnya.

Tantrum secara umum dialami anak-anak prasekolah dlam mengekspresikan emosi mereka sevara agresif atau ekstrem. Tantrum ini juga memiliki durasi (rata-rata) berdasarkan usia, yaitu seperti dalam label dibawah ini :

PENGERTIAN TANTRUM

Pengertian Tantrum

Tantrum adalah ledakan emosi yang biasa terjadi pada anak-anak dan ditandai dengan sikap seperti keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, marah serta resistensi terhadap upaya untuk menenangkan. Tantrum juga dapat terjadi dalam beberapa kasus kekerasan atau anak memang sedang mengenali dan mengendalikan emosinya. Dalam hal ini, terkadang dapat terkendali dan tak jarang mereka lepas kendali hingga tak mengenal tempat dan waktu. Apa yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi anak tantrum ?

  • Hal yang perlu dilakukan pertama kali yaitu dengan menjauhkan anak dari sebab diai marah
  • Penuhi kebutuhan anak, misalnya tantrum karena lapar, setelah tenang kaish makan anak
  • Jauhkan anak dari keramaian
  • Biarkan anak hingga tenang sendiri, namun tetap dalam pengawasan
  • Setelah anak tenang, peluk dan kasih tahu perilaku tantrumnya tidak bisa diterima
  • Menenangkan anak tantrum dengan memberikan pelukan, sentuhan¬† lembut atau kata yang menenangkan

Anak tantrum pada umumnya dialami oleh anak usia 2 hingga 3 tahun. Hal ini disebabkan karena frustasi, kelaparan, kecapekan, ngantuk, nggak nyaman atau over stimulasi. Tanda anak tantrum karena ingin diperhatikan. Tantrum dapat terjadi kalau keinginan anak terpenuhi dan jika tidak diperhatikan, anak akan berhenti tantrum.