Perbedaan Katarak dan Pinguecula

Katarak adalah keruhnya lensa mata yang menyebabkan cahaya tidak dapat menembusnya. Katarak biasanya berlangsung secara prelahan yang menyebabkan kehilangan penglihatan dan berpotensi kebutaan jika katarak terlalu tebal. Penderita katarak akan mengalami gejala seperti penglihatan buram, ketajaman penglihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, warna bayangan dan visi kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata.

katarak

Katarak berkembang karena berbagai sebab, diantaranya adalah kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma dan biasanya akibat denaturasi dari lensa protein. Faktor lanjut usia yang biasanya menderita katarak yaitu di usia :

  • Antara usia 52-64 tahun presentasinya 42% mengalami katarak
  • Antara usia 65-74 tahun presentasinya 60% mengalami katarak
  • Antara usia 75-85 tahun presentasinya 91% mengalami katarak

pinguecula

Sedangkan Pinguecula adalah benjolan atau bintik berwarna kuning yang tumbuh pada konjungtiva lapisan bening di sepanjang kelopak mata dan menutupi bagian putih mata (skleta). Penderita Pinguecula akan muncul gejala seperti bengkak, terasa kering, merah dan nyeri. Pada umumnya pinguecula dialami oleh orang-orang lanjut usia. Meski penyebab pinguecula belum dapat dipastikan, namun ada beberapa faktor penyebab terjadinya pinguecula, yaitu terlalu sering terpapar matahari, debu atau angin.

Pinguecula berasal dari jaringan pada konjungtiva yang berubah, sehingga membentuk benjolan atau bintik kecil. Dalam benjolan atau bintik kecil tersebut, terdapat kandungan lemak, kalsium atau keduanya. Selain benjolan atau bintik berwarna kuning, penderita pinguecula juga memiliki beberapa gejala, yaitu :

  • Konjungtiva mata berwarna merah dan bengkak.
  • Mata seperti ada pasir yang tersangkut di dalamnya.
  • Penglihatan menjadi kabur.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *