Pengertian Chorioretinitis

Chorioretinitis adalah peradangan yang melibatkan jaringan choroid dan retina yang letaknya di mata bagian belakang. Jaringan choroid merupakan salah satu lapisn dalam bola mata dan berfungsi untuk mencegah pantulan cahaya di bagian dalam bola mata dengan cara menyerap semua cahaya yang masuk ke mata. Chorioretinitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau protozoa yang biasanya terjadi pada bayi baru lahir. Bayi baru lahir yang mengalami chorioretinitis dikarenakan infeksi dalam kandungan oleh toksoplasma atau cytomegalovirus.

Namun, chorioretinitis yang terjadi pada bayi baru lahir juga sebagai reaktivasi atau didapatkan karena imunitas pasien yang rendah. Infeksi lainnya yang berhubungan dengan chorioretinitis diantaranya tuberculosis, sifilis, sarkoidosis, eipstein barr virus, varicellazoster, dan berbagai jenis jamur. Selain disebabkan karena infeksi, chorioretinitis juga dapat disebabkan karena faktor lain, seperti penyakit autoimun/ behcet, sindrom vogt-koyanagi-harada, poliarthritis nodosa atau kaganasan/ leukemia, dan melanoma maligna. Adapun gejala yang dapat dialami oleh penderita chorioretinitis, ialah :

  • Penurunan penglihatan atau mata buram
  • Floaster atau melihat bintik terbang
  • Rasa nyeri pada mata
  • Fotofobia atau rasa nyeri bila terkena cahaya
  • Mata merah, selain bagian belakang yang terkena cahaya

Pada kasus tertentu, chorioretinitis dapat sembuh dengan sendirinya namun jika dialami sejak lahir biasanya progresif dan perkembangannya sulit diprediksi. Tentunya kondisi setiap orang berbeda-beda, sehingga apabila terjadi masalah penglihatan segera periksakan pada dokter spesialis mata.