Pemeriksaan Mata Untuk Penderita Astigmatisme

Pada umumnya astigmatisme dapat terjadi sejak lahir karena faktor keturunan. Namun untuk memastikan diagnose astigmatisme tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh, seperti tes ketajaman penglihatan, uji refraksi, keratrometry dan topografi. Astigmatisme diukur dengan skala dioptri, dimana mata yang sehat dinilai dengan diopri 0. Namun pada sebagian besar orang mengukur skala diopri berkisar antara (0,5-0,75). Berikut adalah prosedur pemeriksaan mata yang dapat diketahui untuk memastikan diagnose astigmatisme.

tes ketajaman mata

  • Dalam tes ketajaman penglihatan, dokter akan meminta pasien membaca serangkaian huruf dalam berbagai ukuran dari jarak 6 meter.
  • Dokter akan memulai tes uji refraksi dengan mengukur intensitas cahaya yang diterima retina. Pengukuran dapat dilakukan menggunakan mesin atau membaca huruf kecil melalui alat phoropter.
  • Melakukan prosedur keratometry atau mengukur kelengkungan pada kornea mata menggunakan keratometer.
  • Melakukan tes topografi untuk memetakan kelengkungan kornea dan mendiagnosa kemungkinan keratoconus. Hal ini akan membantu dokter menentukan jenis operasi mata yang akan dilakukan.

Penanganan astigmatisme atau mata silinder tergantung pada skala dioptri penderita. Pada mata silinder diatas (1,5) umumnya dokter akan menyarankan untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak. Bila penderita menginginkan metode pengobatan lain, bedah refraktif dapat menjadi pilihan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *