Cara Membaca Hasil Pengukuran Tekanan Darah

Hasil pengukuran tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Hasil pengukuran juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik, seperti akan muncul hasil lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan dapat muncul hasil lebih rendah pada saat beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari pengukuran pun dapat berbeda dengan hasil pengukuran dalam jangka waktu pagi dan saat tidur malam hari.

systole dan diastole

Cara membaca hasil pengukuran tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran tekanan systole dan tekanan diastole. Tekanan systole adalah menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung. Hal ini biasanya diwakili dengan angka atas dalam pembacaan tekanan darah. Tekanan systole normal berkisar antara 90-120 mmHg. Sedangkan tekanan diastole adalah menunjukkan tekanan ketika jantung beristirahat di antara pemompaan. Hal ini dilambangkan dengan angka lebih kecil dari pembacaan tekanan darah. Tekanan distole normal berkisar antara 60-80 mmHg.

Pada saat melakukan pengukuran, ada baiknya mengukur tekanan darah pada saat istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring. Hasil pengukuran tekanan darah dapat dikatakan tekanan darah tinggi, apabila menampilkan hasil pengukuran tekanan systole 140 mmHg dan diastole 90mmHg. Fase systole dan diastole jantung diukur dalam bentuk tekanan darah dengan menggunakan sphygmomanometer baik manual atau elektrik.

LETAK PENGUKURAN TEKANAN DARAH

Pengukuran tekanan darah dapat diukur pada tingkat arteri brakialis atau pada area siku. Dalam kondisi tertentu, pengukuran tekanan darah dapat dilakukan pada beberapa area seperti :

  • pergelangan tangan atau arteri radial
  • belakang lutut atau arteri poplitea
  • depan pergelangan kaki atau arteri dorsalis pedis

Tekanan darah merupakan salah satu tanda-tanda vital yang terlihat selama pemeriksaan fisik dan mencerminkan status jantung atau sistem peredaran darah pada umumnya. Pastikan melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala untuk menghindari terjadinya tekanan darah meningkat yang dapat menyebabkan resiko serangan jantung dan stroke.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *